Puisi360 Pilihan Minggu Ini

DR NORJANAH AMBO lahir di Tawau pada 7 Oktober 1978. Menulis dalam jurnal penyelidikan, skrip drama radio, puisi dan cerpen. Hobinya membaca dan berkarya. Kini bertugas sebagai pensyarah akademik di IPG Kampus Tawau.

 

RINDU SEORANG GURU

Wahai muridku anak didikku
Bagaimana khabar kalian?
Sudah lama kita tak bersua
Cikgu rindu sapaanmu
Menunggu setia di pintu gerbang
Melambai girang penuh harapan

Tatkala bersua didunia maya
Gelagat kalian tak seramah dulu
Yang muncul tak semua
Ramai yang menghilang
Tak mampu dijejak
Ke mana kalian?

Cikgu rindu kalian
Rindu pada tunggal tugas
Rindu gema suara kalian
Gelak tawa juga tangis kalian
Suara deringan loceng peralihan waktu
Yang begitu kalian nantikan

Sudah lama
Suara cikgu tak berkumandang
Di kelas yang tersusun rapi
Dengan hiasan dinding
Koleksi lembaran karya kalian
Pena merah pun mulai kontang
Dek lamanya buku tak bertanda
Jadual waktu dan papan putih tebal berdebu
Sudah lama kalian tidak bertugas
Cikgu rindu kalian

Wahai pandemik segeralah berakhir
Pergilah jauh dari muka bumi ini
Atau kita berdamai saja
Agar tiada lagi jadi korban
Izinkan kami bersua seperti dulu
Ilmu ditabur di medan ilmu
Dalam dunia realiti seperti dulu.

  • Karya
    Dr Norjanah Ambo
    IPG Kampus Tawau

 

 

PENA YANG BOSAN

Sudah lama pena itu jadi penganggur
Bersandar kaku dimulut kaca
Menjadi pemerhati setia
Di samping papan layar komputer
Yang begitu digilai masa kini

Dakwat pena itu pun sudah mulai mengering
Sendi dan tulang-temulangnya sudah beransur kaku
Minima pergerakannya
Seolah tangan ini sudah tidak lagi bersahabat dengannya

Menyentuh pun seakan tak ingin
Jari jemari ini sudah beralih cintanya
Kepada abjad-abjad di papan kekunci
Siang malam bahkan dinihari

Berkurun lamanya pena dan sahabatnya
Begitu setia menemani rancak tari jemari
Genggaman erat seolah tak mahu lepas
Hingga ke titik nokhta mencoret seribu kata

Namun kini pena itu benar-benar bosan
Angkara pandemik, kudratnya bukan lagi keperluan
Kerana ada si dia yang lebih berkuasa
Mengambil alih tugas kerana punya keajaiban luar biasa

Bukan aku yang tak setia
Namun putaran waktu yang merubah segalanya
Kalaupun suatu waktu nanti
Konflik ini sudah berakhir

Prognosis pena itu akan berjasa lagi
Kerana punyai nilai estetika
Namun tidak sehebat papan kekunci itu
Kerana zaman berevolusi

 

  • Karya,
    Dr.Norjanah Ambo
    IPG Kampus Tawau

 

 

SIAP SIAGA

Siap siaga semua
Saat peramal cuaca keluarkan amaran
Petanda bencana akan berlaku
Mungkin benar, harapnya tidak
Namun tetaplah waspada

Siap siaga semua
Sang guruh memalu keras
Tampak mendung merenung bumi
Air mata tak terbendung lagi
Meluncur jatuh ke bumi
Tujuh gunung telah berdendang
Bukit bakau bakal berenang

Siap siaga semua
Aliran sungai sudah meradang
Alur tebing sudah tak kuasa
Menjadi benteng kudratnya lemah
Separuh dataran sudah bergenang
Menjerit minta dipertahankan
Namun semua pun tak punya kudrat

Siap siaga semua
Mereka terlihat murung
Meratap pilu hati yang dirundung
Meranapkan seluruh impian
Menjadi saksi
Runtuhnya istana harapan.

Siap siaga semua
Para penggawa mengatur barisan
Bersama insan perkasa
Pahlawan berhati mulia
Mencuba sedaya mungkin
Mengerah tenaga di segenap sudut
Meski nyawa jadi taruhan

Kendati semua siap saga
Korban tetap di mana-mana
Proklamir diunggah di segenap media
Belasungkawa mengundang hibah
Jagatraya turut bersimpati
Tiada daya tiada upaya
Melawan takdir Yang Maha Esa

  • Karya,
    Dr. Norjanah Ambo
    IPG Kampus Tawau

 

 

ROZELINE VITALIS adalah penulis kelahliran kampung  Bingkor Keningau .Mula nenulis  semasa di alam persekolahan dalam gener.puisi dan cerpen.Kini karya- karya.beliau telah banyak tersiar di akhbar_ akhbar tempatan. Beliau juga menghasilkan novel kanak- kanak yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan pusakata.Beliau juga ahli Ikatkan Penulis Sabah dan harapan beliau agar  terus berjaya dalam penulisan.

 

SELAMAT TAHUN BARU

Kini Januari telah menggamit
membuka tirai tahun baru
mentari tersenyum membuka tirainya
dan burung berkicau-kicau meriah
menyanyikan lagu kedamaian

dan aku melihat detik waktu
menubah harinya dengan
tiara 2021 menutup tirainya
penuh pengabadian
dan kini lembaran 2022 talan
membuka  tirainya membawa bersama
sejuta misteri di dalamnya
dan hanyalah Tuhan yang
mengetahui rashia-Nya
Namun harapanku panjatkan
semoga kehadiran 2022
akan membawa jutaan kedamaian
dan mentari akan tersenyum lagi
dan selamat datang tahun
2022

 

TANGISAN JANUARI

Banjir membadai
engkau datang melanda alam maya
penuh getir dan tragis membuat
kehidupan kami derita tanpa
Pakaian dan makanan kerana
engkau telah menelan
segala_ galanya tanpa simpati
dan air mata mengalir meratapi
kehilangan insan tersayang kami
hanyut bersama aliranmu yang
mengganas dan
binatang dan tanaman kami
semuanya musnah tak bererti lagi

Kini harapan kami juga
hanyut ditelan arusmu banjir
dan hanyalah pada Tuhan aku sadarkan
harapa agar tangisan Januari tidak
akan.menderu lagi.

  • Rozeline Vitalis
    Keningau
    3 Januari 2022

 

DI HUJUNG SENJA

Ketika sinar mata bercahaya
menusuk jiwa bagai terukir
sejuta bahagia
mengirim salam perkenalan buat seorang teman
lembut bicara bermadah indah
mengalun irama indah
mengasyikkan hati
dan tertulislah janji kita adalah
dua insan saling menyepi rindu
dan melakar waktu
Warna_warna cinta
Kukuh terpotret di kanvas setia
dan aku masih di sini menyusun
dinding pasrah agar teguh menyeru
berpuput bayu dan biar pun
di hujung senja
semusim kenangan yang kau tinggalkan
namun lukisan jiwa masih
teguh kudakap.

  • Karya,
    Rozeline Vitalis
    Keningau
    3 Januari 2022

 

MUSTIAR AR penyair kelahiran Meulaboh 15 april 1967.menamatkan sekolah Di MAN 1 Meulaboh karya.pertamanya termuat Di media mingguan Taruna Baru, Medan dengan judul ‘ Kutambal Kapal Di dermagamu’ tahun 1967. Dan berturut Puisinya di muat pada Buletin Geunta yogjakarta,Buletin Tunas, majalah Nova, Jakarta Dan Dharma wanita Medan.
Di samping itu,Mustiar Ar yang akrab Di sapa Oneh Kurnia ini,karya Puisinya juga terbit di media online.majalah potret -di skm Atjeh post,Kiprah,Harian Serambi indonesia.Karya puisi saya juga  ada di antologi bersama penulis daerah juga dengan sastrawan nasional.seperti Antologi Puisi Seulawah,sejilas pintas.Nuansa dari Pantai Barat,Putro Phang, Antologi Puisi Ziarah ombak ,Ensiklopedia Aceh hikayat dan sastra Aceh 2008.Antologi Sastra Bulir Mutiara pantai Barat edisi DKAB juni 2014,Antologi sastra Sastra Deru Pesisir Pantai Barat,edisi Disbuparpora Aceh Barat 2015.Ensiklopedi Penulis Indonesia jilid 4 edisi Forum Penulis ( FAM ) Indonesia,april 2015 Jawa Timur.Ensipegila koruptor,Puisi Menolak korupsi,edisi forum sastra Surakarta Mai 2015.Memo untuk Wakil Rakyat edisi forum sastra surakarta November 2015.Memo Anti Teroris, edisi forum sastra Surakarta maret 2016.Antologi puisi Ibu Dalam Balutan Rindu edisi FAM publishing. Antologi Puisi Pasie Karam,Temu Penyair Nusantara pada pekan kebudayaan Aceh barat 2016. Antologi Puisi Untaian Sastra Bumi Teuku Umar,edisi Disbudparpora Kab Aceh Barat 2016.11 tahun rehab dan rekon 2004-2015 Gempa dan Ie Beuna.Kumpulan Puisi Bebas Melata,penyusun Rohani Din & Handoko F Zainsam-Singapura 2018. Pandemi Puisi,antologi bersama melawan covid19, edisi Yayasan Dapur Sastra Jakarta. Gembok,Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia IX 2021.

 

ASIN LAUTMU
Kujilat asin lautmu
Meulaboh’
Bayang peudeung anyir darahmu
Kuhidu sesak di dada

Bu, pinjamkan rincong Bapak
Kan kuretas jantungnya

Kujilat asin tubuhmu
Meulaboh’

  • Suwak ujong kalak, 03 November 2021

 

ISYARAT LAUT

Putih layar itu
Pada biru abadi berkabut
Lari dari pangkal sendiri
Ombak-ombak menggila, angin melulung
Dan tiang-tiang gemeratakan
Di bawahnya; arus gelombang dunia
Di atasnya; dada emas matahari
Namun dia, pemberontak mengajak badai
Seakan isyarat kita harus berani

  • — Melaboh, Januari 1990

 

JIB KUPHI DI KEUDE MEULABOH

kukecup kain merah putih.lusuh
Berjingrak dialir darah
.mengecap laba
Bocah Kecil mengepal tangan
– bisiknya
Akan kukoyak jantungnya
Sesiapa mengusik tanoh indatu
Singoh ta jib kuphi di keude Meulaboh
Atau loen syahid’

  • Pante reu, 2018

 

MAWAR NEGERI

Mawar memelas
Di dekap angin
Ah mawarku
– jaga wangimu
Bagi negeri

  • Jln. Merdeka 2020

 

 

RAKYAT TERGUSUR

Hai indonesia ku
Tanah subur rakyat nganggur
Sawah rakyat kamu gusur
Tanam padi tumbuh pabrik
Tanam jagung tumbuh gedung
Tanam modal tumbuh korupsi
Sembako rakyat kau labeli
Rakyat menjerit penguasa tuli
Hiduplah indonesia raya

  • Juni 2021

 

KUPHI KHOP

kucelup puisi malam
Di hujan yang jatuh
Luka berlayar di cekung pipi
Kuphi khop ku,menggigil
Senyap,

  • Pantai Kasih, 2020

 

 

 

scroll to top