Puisi 360 Pilihan Minggu Ini

MOHD. Adid Ab. Rahman berasal dari Kg Lubok Pukol, Banggu, Kota Bharu Kelantan. Sekarang bermukim di Selandar, Melaka. Puisinya termuat dalam Antologi Puisi ‘Suara Kita Seribu Sajak Merdeka’ (2009), Antologi‘Tanduo Oh Tanduo’ (2013), Antologi ‘Belati Cinta Zulaikha’ (2003), Ýang Satu (2019). Suara Dari Jiwa (2019) Gumpalan dari Jiwa (2019) Terima Kasih Tuhan (2019)Merentas Sempadan (2020) Ruang Bicara (2020) Angin Rindu (Gapadu 2020), Hujan Kata (Kembara Sastera 2020), Ramadhan Kareem (Tinta Karya 2020) Antologi Klate DiHati (GEMA 2020) Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK 2020) Citra Yang Tak Padam ( Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021) dan lain-lain. Sekarang menjadi ahli Ikatan Persuratan Melayu Melaka (IPM) . Karya pernah tersiar di Dewan Sastera, Solusi Majalah Pendidik, Sinar Harian, Berita Harian, Harakah,Mingguan Malaysia.

 

WAKTU TERUS SAJA MENITI OMBAK

Waktu terus saja meniti ombak menyapa pantai
tanpa pilih yang curam atau landai
berdegup pada perjuangan demi bangsa dan negara
yang ditekuni oleh rata-rata perwira
aku tak kan lepaskan begitu saja
pasti memenuhkan dengan kebaktian dan bingkisan bermakna
jika biarkan meluput maka terhempaslah diri dalam kerugian, begitu bunyi
suara dari langit

Hari demi hari terkubur jadi sejarah dan kenangan
namun tannganmu belum lagi menggenggam apa-apa
masih dalam angan-angan
mulakan langkahmu, kawan
biar keringat membasahi jasad
kejayaan menanti seperti kekasih

Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
26/1/2013

 

HIDUP INI SEBUAH PENGEMBARAAN

Pagi bangun mengucap salam sejahtera
pada burung dan bunga dengan kasih sayang
orang-orang tinggalkan selimut bergegas mengejar mimpi
sedang suasana begitu damai tanpa halang
hati selalu bertasbih tak pernah rusuh
seperti tenangnya sungai mengalir mencari muara
teringat nasihat ibu mampu menguraikan kekusutan
malanglah bagi yang tak ingin mendengar

Kelihatan bintang makin meninggi jejaki waktu
membawa usia kita tanpa disedari
tak salah aku katakan hidup ini sebuah pengembaraan
dan aneh bagi yang tidak tahu ke mana destinasinya.

Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
30 Ogos, 2021

 

DENGAN KEMERDEKAAN INI KITA DIMESRAI DAMAI

Ini watan akan meniti bibir dengan megah
jika anak-anak bangsa menyulut semangat
bersatu tenaga sehati melangkah di jalan juang
gencar mengukir budaya cemerlang dan jati diri
seperti sekuntum bunga, wanginya ke mana-mana
menyerap ke pori-pori setiap ingatan
tercipta sejarah bangsa ditinta emas

Dengan kemerdekaan ini kita dimesrai damai
bijak merealisasikan wawasan gemilang
generasi yang memusuhi sengketa antara sesama
tapi selalu bertungkus-lumus menabur bakti
perumpamaan pohon rimbun bentangkan teduh
bagi siapa saja berlindung
waktu yang lain berbuah ranum manis untuk dinikmati
sebab sudah insaf tak ingin lagi bergelumang darah
seperti datuk nenek semalam bergelut dengan penjajah
demi sebuah merdeka
yang kita genggam hari ini
dan sampai bila-bila

Nukilan,
MOHD ADID AB RAHMAN
JB5472, Jln. 6, Taman Jus Perdana,
77500 Selandar,
Melaka

 

SUNYI MEMBENIHKAN PERTANYAAN

Di sini sunyi sekali untuk seorang perempuan
merahsiakan pertemuan dan rindu yang mendalam
suatu masa dulu riuh dan ramai
seperti musim bunga ada senda dan tawa
janji dan harapan selalu bergandingan

Namun pandemik korona merubah segalanya
taman permainan melengang
ayunan jongkang jongkit terdiam
penjaja aiskrim tak lagi kelihatan
ke mana lagi kalau bukan masing-masing di rumah
berlindung dari  ancaman

Sunyi membenihkan pertanyaan
sampai kapan
keadaan getir kan berakhir?

Karya,
Mohd Adid Ab Rahman
24 Ogos, 2021

 

scroll to top