Puisi Sabah360 Pilihan

SETELAH PERAYAAN TAHUN BARU

 

Setelah bunyi petasan terakhir dan terompet

kau akan  kembali masuk perangkap

hari-hari  menjebak lagi ringkih tubuhmu

menuju sirkus pertunjukkan  2023

tanpa ada kata mufakat darimu

tiba-tiba ruang sirkus muncul di hadapanmu

memaksamu beratraksi di atas panggung

 

Kau tak sempat bergeliat mengelak

hari-hari bergerak lebih gesit darimu

memasangkan sepatu roda yang kebesaran

seperangkat kemeja sesak tarian akrobat

kotak pesulap berisi ilusi lengkap

dan beberapa hewan lucu menemanimu

kau lantas berpikir: harus dimulai darimana?

 

“Ayo, sirkus segera ditampilkan” ucap Januari

kau tergopoh menuju panggung pementasan

mengenakan kostum seadanya tanpa riasan

kau melompat bergulung menahan lelah sakit

hewan-hewan lucu melompat di antara tubumu

kotak pesulap mengeluarkan ilusi secara acak

 

Para penonton yang tak lain adalah nasib

berteriak kegirangan melihat tingkah lucumu

“ayo lagi…ayo lagi” ucap mereka antusias

“Tuhan, kami lelah dengan semuanya” katamu

Tuhan yang sedari tadi ikut menonton tersenyum

“kau  hanya kurang menikmati gerakanmu” ucapnya

  • (Surakarta, 2022)

 

 

INDONESIA—MALAYSIA

 

Kita berasal dari tulang rusuk yang sama

tumbuh di tepian gelombang dan pohon kelapa

menjejak tanah-tanah leluhur penuh subur

bukit, gunung, sawah, dan ladang

beserta segenap buih deru samudra

menjadi penanda tanah nenek moyang kita

 

Bahasa membuat kita bersemuka

melayu dan Indonesia tumbuh bersama

sebagai saudara kita saling bertukar kata

senarai dongeng dan legenda kita pelihara

menguatkan kamus-kamus perbincangan

 

Di tanahmu dan tanahku

rumahmu juga rumahku

kita semai ladang subur

menumbuhkan benih-benih mimpi

memanen hikayat kemakmuran generasi depan

  • (Surakarta, 2022)

 

 

STASIUN

Nasib berlaku berbeda di sini

tak seperti rumus bangku sekolah

yang dahulu harus kita amini

bahwa peristiwa pergi adalah kesedihan

dan dua tambah dua menghasilkan genap

agar kita segera lulus secepatnya

 

Stasiun adalah tempat tanpa gravitasi

kepergian merupakan pertemuan berikutnya

kerinduan adalah bukti nyata dari cinta

para kerabat menjemput penuh sumringah

 

Datanglah cepat-cepat ke stasiun

saat kau rasa duka tak berkesudahan

menujulah ke peron dan gerbang stasiun

selaksa wajah tabah akan menghapus pilumu

  • (Surakarta, 2022)

 

 

BIODATA PENULIS

Thomas Elisa, lahir 21 September 1996 di kota Surakarta. Penulis tinggal di Pucangsawit RT 01/RW 03, Kecamatan Jebres, Surakarta. Karya terbaru penulis adalah novel fiksi anak berjudul Bangunnya Peri Merah (2017) dan Hadiah Tak Terduga (2020). Penulis mengajar di sekolah SMK Mikael Solo.  Instagram: Thomas Elisa P. Karya terbaru penulis dimuat dalam media Poros Pemalang (2021), Tegas.Id  (2021)  Opini.Id  (2021), Marewai (2021), Suku Sastra (2021),  Ruang Jaga (2021), Rembukan.com (2021), Radar Pekalongan (2022), Harian Bhirawa,(2022), Jawapos Radar Madiun (2022),  Sinar Indonesia Baru (2022), Solopos (2022),  Media Indonesia (2022), Jurnal Sastramedia (2022), Magrib.Id (2022) . Puisi penulis berjudul Sejenak terpilih dalam 100 puisi pilihan peringatan Ch. Anwar (2022). Esai penulis masuk kategori sepuluh esai terbaik versi Sastramedia (2022).

 

scroll to top